Pengertian Diksi : Persyaratan, Ciri, Fungsi, Manfaat, Tipe dan Seumpama

Cloud簿記検定 Forums 簿記質問掲示板 Pengertian Diksi : Persyaratan, Ciri, Fungsi, Manfaat, Tipe dan Seumpama

This topic contains 0 replies, has 1 voice, and was last updated by  sherylhay74 2 months ago.

Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #88154 Reply

    sherylhay74

    Bahasa terdiri atas beberapa tataran gramatikal antara lain kata, frase, klausa, dan kalimat. Dahulu yaitu tataran terendah & kalimat ialah tataran tertinggi. Saat Anda menulis, kata yakni kunci utama dalam upaya menyusun tulisan. Oleh karena itu, sejumlah kata dalam Bahasa Indonesia patut dipahami dengan bagus, supaya pandangan baru dan pesan seseorang dapat mudah dimengerti. Dengan demikian, kata-kata yang digunakan untuk berkomunikasi semestinya dipahami dalam konteks paragraf dan wacana. Dulu sebagai faktor bahasa, tak bisa dipergunakan dengan sewenang-wenang. Akan namun, kata-kata tersebut sepatutnya diaplikasikan dengan mencontoh kaidah-kaidah yang benar.

    Menulis ialah kegiatan yang sanggup menciptakan inspirasi-pandangan baru dalam wujud artikel secara terus-menerus & teratur (produktif) serta sanggup mengungkapkan ilustrasi, maksud, gagasan, perasaan (ekspresif). Oleh sebab itu, ketrampilan menulis / mengarang membutuhkan grafologi, struktur bahasa, & kosa kata. Salah satu unsur penting dalam mengarang ialah penguasaan kosa kata. Kosa kata ialah komponen dari diksi. Akurasi diksi dalam suatu karangan yakni hal yang tidak bisa dikesampingkan karena ketidaktepatan pengaplikasian diksi pasti akan menimbulkan ketidakjelasan makna.

    PROMOTED CONTENTMgid

    Murid Jakarta dapatkan cara lenyapkan bb 30 kg 2 minggu
    Slimgard

    Metode menghindari serangan jantung. Lakukan sekali sehari
    Cardiovax

    Pelajar Indonesia dapatkan cara pulihkan diabetes secara permanen!
    Gluconormix

    Menghilangkan semua kutil dan papilloma dalam 2 minggu di rumah
    Diksi bisa diartikan sebagai pilihan kata pengarang untuk menggambarkan “cerita” mereka. Diksi bukan hanya berarti pilih-memilih kata. Istilah ini bukan saja dipakai untuk menyatakan gagasan / menceritakan suatu peristiwa melainkan juga mencakup permasalahan gaya bahasa, ungkapan-ungkapan.

    Diksi-Merupakan

    Pengertian Diksi

    Baca Pesat
    Pengertian Diksi
    Ciri-Ciri Diksi
    Prasyarat Diksi
    Fungsi Diksi
    Diksi dapat diartikan sebagai opsi kata pengarang untuk membuktikan sebuah cerita. Diksi bukan cuma berarti pilih memilih kata tapi digunakan untuk mengungkapkan gagasan atau menceritakan peristiwa tetapi juga mencakup permasalahan gaya bahasa, ungkapan-ungkapan dan sebagainya.

    Supaya dapat menciptakan cerita yang menarik melewati pilihan kata maka diksi yang bagus sepatutnya memenuhi prasyarat, seperti :

    Ketepatan dalam pemilihan kata dalam mempersembahkan suatu gagasan.
    Seorang pengarang sepatutnya mempunyai kesanggupan untuk membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna cocok dengan gagasan yang mau dikenalkan dan kecakapan untuk menemukan format yang pantas dengan situasi dan poin rasa bagi pembacanya.
    Merajai bermacam-macam variasi kosakata dan mampu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat yang terang, efektif dan gampang dimengerti.
    Figur Alinea :

    Hari ini Saya pergi ke pantai bersama dengan teman-temanku. Udara disana sungguh-sungguh adem. Kami bermain bola air sampai tidak terasa hari sudah sore. Kamipun pulang tidak lama kemudian.
    Wisata kali ini Saya dan sahabat-teman berencana untuk pergi ke pantai. Kami benar-benar bersuka cita ketika hari itu tiba. Itu sampai disana kami telah disambut oleh semilir angin yang tidak henti-hentinya bertiup. Ombak yang berkejar-kejaran juga seolah tidak mau kalah untuk menyambut kedatangan kami. Kami menghabiskan waktu sepanjang hari disana, kami pulang dengan hati senang.
    Kedua alinea diatas punya makna yang sama. Tapi dalam pemilihan diksi pada teladan paragraph kedua menjadi nikmat dibaca, tidak membosankan bagi pembacanya.

    Meskipun Menurut Enre, diksi merupakan opsi kata yang ideal dan selaras dalam mewakili perasaan yang kongkret dalam pola sebuah kalimat.

    Ciri-Ciri Diksi
    Sesudah mengetahui syarat diksi, tentu kita juga mesti mengenal ciri-ciri diksi tersebut, dibawah ini merupakan ciri-ciri diksi, antara lain:

    Tepat dalam pemilihan kata untuk bisa menyatakan gagasan atau juga hal-hal yang diamanatkan
    Bisa diterapkan untuk bisa membedakan secara pas nuansa makna serta wujud yang sesuai dengan gagasan serta juga situasi serta skor rasa pembaca.
    Mengaplikasikan pembendaharaan kata yang dipunyai masyarakat bahasanya serta bisa menggerakan dan juga memberdayakan kekayaan itu menjadi jaring kata yang jelas.
    Prasyarat Diksi
    Ada dua syarat yang sepatutnya dipenuhi dalam memilih kata-kata, ialah persyaratan ketetapan dan kesesuaian. Pas, artinya kata-kata yang dipilih itu bisa menyatakan dengan tepat apa yang ingin diungkapkan. Di samping itu, ungkapan itu juga patut dipahami pembaca dengan ideal, artinya tafsiran pembaca sama dengan apa yang dimaksud dengan penulis. Untuk memenuhi prasyarat ketetapan dan kesesuaian dalam pemilihan kata, perlu dilihat

    a) kaidah golongan kata/ frase,
    b) kaidah makna kata,
    Opsi kata pantas dengan kaidah klasifikasi kata /frase
    Opsi kata/ diksi yang cocok dengan kaidah kelompok kata/frase, sepatutnya alternatif kata/diksi yang pas,seksama, awam,dan benar.

    1) Tepat

    Contohnya : Makna kata lihat dengan kata pandang lazimnya bersinonim, namun klasifikasi kata pandangan mata tidak dapat digantikan dengan lihatan mata.

    2) Seksama

    Umpamanya : Dahulu besar, agung, akbar, raya, dan tinggi termasuk kata-kata yang bersinonim. Kita umumnya mengatakan hari raya serta hari besar, tetapi kita tak pernah mengatakan hari agung, hari akbar maupun hari tinggi. Itu pula dengan kata jaksa agung tak dapat digantikan dengan jaksa besar maupun jaksa raya, atau pun jaksa tinggi karena kata hal yang demikian tidak seksama.

    3) Umum

    Awam ialah kata itu sudah menjadi milik bahasa Indonesia. Dahulu yang tak umum dalam bahasa Indonesia apabila dipergunakan sangatlah akan membingungkan pengertian saja. Contohnya, Dulu makan dan santap bersinonim. Akan namun tak dapat mengatakan Anjing bersantap sebagai sinonim anjing makan. Kemudian kata santapan rohani tidak dapat pula digantikan dengan makanan rohani. Kedua kata ini mungkin pas pengelompokannya, tetapi tak seksama serta tidak lazim dari sudut makna dan pemakain-nya.

    Alternatif kata sesuai dengan kaidah makna kata.
    Variasi makna
    Menurut sifatnya, makna dibedakan atas dua jenis:

    Makna Denotasi yakni makna kata yang sesuai dengan hasil observasi panca indera dan tak menimbulkan penafsiran lain. Makna denotasi disebut juga sebagai makna hakekatnya.

    Model :

    Kepala: organ tubuh yang lokasinya paling atas

    Besi: logam yang amat keras

    Makna konotasi yakni makna kata yang tidak pantas dengan hasil observasi pancaindra dan menimbulkan penafsiran lain. Makna konotasi disebut juga sebagai makna kias atau makna kontekstual.

    Figur :

    Ibu kota : sentra pemerintahan

    Ibu jari : jari yang paling besar atau jempol

    Jamban : kamar kecil

    Perubahan makna
    Berdasarkan cakupan maknanya, perubahan makna dibedakan atas:

    Meluas, cakupan makna kini lebih luas ketimbang sebelumnya.
    Misalnya :

    Dahulu Kini Digunakan
    Berlayar Mengarungi laut dengan menerapkan kapal layar Mengarungi lautan dengan alat apa saja
    Putera-puteri Dulu untuk sebutan anak-si kecil raja Sebutan untuk segala anak laki-laki dan perempuan
    Menyempit, cakupan makna sekarang lebih sempit daripada makna dulu
    Dulu Sekarang Diterapkan
    Sarjana Sebutan untuk segala orang cendekiawan Gelar untuk orang yang sudah lulus dari perguruan tinggi
    Madrasah Sekolah Sekolah yang mempelajari ilmu agama Islam
    Menurut skor rasanya, perubahan makna dibedakan atas :

    Ameliorasi yaitu perubahan makna ke tingkat yang lebih tinggi. Artinya baru dirasakan lebih bagus dari arti sebelumnya.

    Contoh :

    Dulu wanita dinikmati lebih baik nilainya ketimbang perempuan
    Dahulu istri atau nyonya dinikmati lebih bagus daripada kata bini.
    Pergeseran makna
    Pergeseran makna dibedakan atas dua macam:

    Asosiasi
    Adalah pergeseran makna yang terjadi karena adanya persamaan sifat.

    Contoh:

    – Tasya menyikat giginya hingga bersih

    – Pencuri itu menyikat habis barang-barang berhatga dirumah itu

    Sinestesia
    Yaitu perubahan makna pengaruh adanya pertukaran respon antara dua indra yang berbeda.

    Model:

    – Sayur itu rasanya pedas sekali

    – Dulu-katanya betul-betul pedas didengar.

    Model makna
    Homonim
    Adalah dua buah kata yang memiliki persamaan tulisan dan pengucapan.

    – Yaitu berarti 1). Bisa, sanggup

    2). Racun

    – Buku berarti 1). Kitab

    2). Antara ruas dengan ruas

    Homograf
    Ialah dua buah kata atau lebih yang mempunyai persamaan tulisan namun berlainan pengucapan dan arti.

    Model:

    – Terampil (inti) dengan teras (halaman rumah)

    – Sedan (isak) dengan sedan (sejenis mobil)

    – Kata (paham) dengan tahu (sejenis makanan)

    Homofon
    Yaitu dua buah kata atau lebih yang mempunyai persamaan pengucapan tetapi berlainan artikel dan arti.

    Figur:

    – Bang dengan bank

    – Masa dengan massa

    Persamaan
    yakni dua buah kata yang berbeda tulisan dan pengucapanya melainkan mempunyai arti yang sama.

    Model:

    – Akibat dengan piawai

    – Bunga dengan kembang

    Kesinoniman kata tidaklah absolut, hanya ada kesamaan atau kemiripan. Oleh sebab itu, di dalam sebuah karang mengarang sebaiknya dipergunakan sinomin kata agar ada variasinya dan ada pergantiannya yang membikin lukisan di dalam karangan itu menjadi hidup. Sinonim bisa terjadi disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

    Figur bahasa tempat
    Teladan:

    Dulu harimau yang dikasih sinonim dengan macan .

    Dulu auditorium bersinonim dengan kata pendopo.

    Dulu rindu bersinonim dengan kata kangen

    Perbedaan aksen regional
    Figur:

    Handuk bersinonim tuala , selop bersinonim seliper

    Figur bahasa asing
    Figur:

    kolosal bersinonim besar , auditorium bersinonim ruangan , realita bersinonim kenyataan.

    Perbedaan logat sosial
    Model:

    suami bersinonim laki , istri bersinonim bini , mati bersinonim wafat.

    Perbedaan jenis bahasa
    Figur:

    membikin bersinonim mengaransemen, assisten bersinonim pembantu, tengah bersinonim madya.

    Perbedaan dialek temporal
    Contoh:

    membuat bersinonim mengaransemen, assisten bersinonim pembantu, tengah bersinonim madya.

    Menurut
    Adalah kata-kata yang berlawanan artinya.

    Contoh:

    – Tua – muda

    – Besar – kecil

    – Luas – sempit

    Fungsi Diksi
    Diksi dalam pembuatan karya sastra mempunyai sebagian fungsi sebagai berikut:

    Opsi orang yang membaca atau bahkan mendengar karya sastra menjadi lebih faham mengenai apa yang ingin disampaikan oleh pengarang.
    Pilihan komunikasi menjadi lebih efektif.
    Melambangkan ekspresi yang ada dalam gagasan secara lisan “tertulis atau malahan terucap”.
    Contoh ekspresi atau malahan gagasan yang pas sehingga bisa menyenangkan pendengar atau malah pembacanya.
    Kreativitas dalam memilih kata ialah kunci utama pengarang dalam menulis gagasan atau ungkapan. dalam pengolahan kata juga yakni kunci utama dalam mewujudkan artikel yang indah, bisa dibaca serta ide yang berkeinginan dikenalkan penulis dapat dipahami dengan bagus.

    Dahulu yang ideal akan menolong seseorang mengucapkan dengan pas apa yang berkeinginan disampaikannya bagus secara lisan maupun dengan artikel. Pemilihan kata juga mesti cocok dengan situasi kondisi dan tempat penerapan kata–kata itu. kata atau istilah ialah kata yang menyatakan makna konsep, pengerjaan, keadaan atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.

    Berdasarkan resume di atas, karenanya dapat disimpulkan bahwa diksi mempunyai persamaan ialah sama-sama penulis mau memberi tahu sesuatu di hasil karya tulisannya dengan maksud supaya pembaca dapat memahami maksud dan tujuan penulis.

    DAFTAR PUSTAKA
    Moeliono, Anton, 1991. Santun bahasa, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
    Sugono, Dendy, 2003. Buku Praktis Bahasa Indonesia, Bahasa,Jakarta.
    Amran, Tasai. 2010 Berbahasa Indonesia. (Jakarta :CV Akademika Pressindo.
    Adi, Tri. 2007 Inilah Bahasa Indonesia Jurnalistik, CV Andi Offset, Yogyakarta.
    Rahaedi, Kunjana. 2003. Bahasa Indonesia perguruan tinggi. Erlangga. Jakarta
    Demikianlah pembahasan mengenai “Diksi ( Alternatif Dulu ) Pengertian & ( Fungsi – – Model ) semoga dengan adanya review hal yang demikian bisa menambah wawasan dan pengetahuan anda seluruh, terima beri banyak atas kunjungannya.

Viewing 1 post (of 1 total)
Reply To: Pengertian Diksi : Persyaratan, Ciri, Fungsi, Manfaat, Tipe dan Seumpama
Your information:




第145回日商簿記検定まで
あと( 1300 日オーバー!)日
ページ上部へ戻る